Temu Mitra Nasional Organisasi Sosial

Gringsing Agung Bali Tampil pada Temu Mitra Nasional Organisasi Sosial XIV 2025

Denpasar, 21 September 2025 – Yayasan Gringsing Agung Bali kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan seni dan budaya Bali melalui partisipasi pada Temu Mitra Nasional Organisasi Sosial (Teman Orsos) XIV Tahun 2025 yang berlangsung pada 19–22 September 2025 di Prama Sanur Beach Hotel, Bali. Bersama Pasraman Gurukula Bangli, yayasan menghadirkan berbagai pertunjukan seni tradisi yang memukau peserta dan tamu undangan dari berbagai daerah di Indonesia.

Keikutsertaan Yayasan Gringsing Agung Bali menjadi bagian dari upaya memperkenalkan nilai-nilai budaya Bali sekaligus memperkuat peran seni sebagai media pendidikan karakter, spiritualitas, dan pelestarian warisan budaya di tengah masyarakat.

Rangkaian penampilan diawali dengan Tari Topeng Dalem Arsa Wijaya sebagai tari pembuka kegiatan. Tarian ini sarat makna filosofis yang menggambarkan kebijaksanaan, kepemimpinan, serta keteguhan seorang raja dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Melalui penyajiannya, Yayasan Gringsing Agung Bali ingin mengangkat kembali nilai-nilai luhur kepemimpinan yang tetap relevan dalam kehidupan saat ini.

Pada malam pementasan seni budaya, Yayasan Gringsing Agung Bali bersama Pasraman Gurukula Bangli mempersembahkan Tari Pendet, tarian penyambutan khas Bali yang menjadi simbol penghormatan, ketulusan, dan ungkapan rasa syukur kepada para tamu yang hadir. Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari peserta Teman Orsos XIV yang berasal dari berbagai organisasi sosial di Indonesia.

Puncak pertunjukan ditandai dengan pementasan Fragmentari Mulat Sarira, sebuah karya kolaboratif yang mengangkat pesan penting mengenai introspeksi diri. Melalui garapan tersebut, Yayasan Gringsing Agung Bali mengajak masyarakat untuk memahami filosofi mulat sarira sebagai proses mengenali diri, memperkuat karakter, serta membangun kesadaran spiritual dalam menghadapi perubahan zaman.

Ketua Yayasan Gringsing Agung Bali, I Putu Wirayasa Prajadhita mengatakan bahwa partisipasi dalam Temu Mitra Nasional Organisasi Sosial XIV merupakan wujud nyata komitmen yayasan dalam menjaga keberlanjutan seni dan budaya Bali sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat yang lebih luas.

“Setiap karya yang kami tampilkan tidak hanya menghadirkan keindahan seni pertunjukan, tetapi juga membawa pesan moral, spiritual, dan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur. Kami berharap seni tradisi dapat terus hidup, berkembang, dan menjadi inspirasi bagi generasi muda,” ujarnya.

Temu Mitra Nasional Organisasi Sosial XIV Tahun 2025 diselenggarakan oleh Asosiasi Pilar Kesejahteraan Sosial Indonesia (APIKSI) bekerja sama dengan Yayasan Rumah Piatu Muslimin, Yayasan Peduli Kemanusiaan Bali, dan Pasraman Gurukula Bangli. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, kolaborasi, serta pertukaran gagasan antarorganisasi sosial dari seluruh Indonesia dalam memperkuat peran masyarakat untuk mewujudkan pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.

Bagi Yayasan Gringsing Agung Bali, kehadiran dalam forum nasional ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dengan berbagai organisasi sosial, komunitas budaya, dan lembaga pendidikan dalam upaya melestarikan warisan budaya Bali. Yayasan meyakini bahwa seni tradisi tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun karakter, mempererat persatuan, serta meningkatkan kepedulian sosial.

Melalui berbagai pertunjukan yang ditampilkan, Yayasan Gringsing Agung Bali berharap masyarakat semakin mengenal kekayaan seni budaya Bali sekaligus terinspirasi untuk ikut menjaga dan melestarikan warisan budaya Nusantara sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.

0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Scroll to Top
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x